Diterbitkan pada

Bank tidak bisa memainkan permainan ekosistem.

Penulis

Ini adalah salah satu mitos yang paling luas dalam dunia perbankan: bank tidak bisa ikut serta dalam permainan ekosistem.

Saya tidak yakin kapan pertama kali mendengar hal ini, tetapi argumen tersebut menjadi semakin sulit untuk dipertahankan.

Bukan karena bank tiba-tiba menjadi mahir dalam membangun ekosistem (sebagian besar belum), melainkan karena realitas di lapangan — terutama jika melihat luasnya alat dan kapabilitas yang kini tersedia — menunjukkan cerita yang sangat berbeda.

Ekosistem bukan lagi sebuah pilihan untuk diambil atau tidak — mereka telah menjadi lingkungan operasi ekonomi modern:

  • Nasabah sudah hidup di dalam ekosistem (BigTech, platform, superapp). Bank sering kali hanyalah satu layanan di dalam alur milik pihak lain.

  • Nilai diciptakan melalui perjalanan (journey), bukan produk — pembayaran, pinjaman, identitas, data, semuanya melebur menjadi satu pengalaman tunggal.

  • Kekuatan distribusi telah bergeser. Siapa pun yang menguasai antarmuka dan data, dialah yang menetapkan aturan; yang lainnya hanya bersaing pada margin.

  • Proposisi mandiri mulai terkikis. Bahkan penawaran yang kuat pun kehilangan relevansinya jika tidak tertanam dalam konteks yang lebih luas.

Inilah alasan mengapa memilih untuk tidak terlibat bukanlah sebuah strategi bagi bank.

  • Jika Anda tidak menguasai distribusi, Anda akan menjadi infrastruktur yang tidak terlihat dalam pengalaman milik pihak lain.

  • Keunggulan produk bukan lagi jaminan nilai; kendali atas perjalanan nasabah telah menjadi lebih penting.

  • Bahkan regulasi bukan lagi menjadi benteng pertahanan seperti dulu. Dalam beberapa kasus, regulasi justru mempercepat disintermediasi (seperti akses perbankan terbuka/open banking).

  • Disintermediasi tidak selalu memerlukan disrupsi. Anda tidak perlu digantikan untuk dikesampingkan; Anda hanya perlu kehilangan hubungan utama dengan nasabah.

Semua ini membawa saya pada kesalahpahaman terbesar dari semuanya:

Ikut serta dalam permainan ekosistem tidak berarti bank harus menjadi BigTech.

Namun, hal ini membutuhkan pola pikir yang berbeda:

  • Berhenti mencoba memiliki segalanya. Mengorkestrasi produk pihak ketiga dapat berjalan dengan sangat baik.

  • Bank tidak perlu memiliki seluruh tumpukan teknologi (stack) untuk menang. Mereka perlu memegang peran krusial dalam rantai nilai dan menjadi sangat penting bagi hasil akhir.

  • Arsitektur yang dapat disusun (composable architecture) bukan lagi sekadar pelengkap. API, sistem berbasis peristiwa (event-driven), dan sistem inti (core) yang terhubung langsung ke perjalanan eksternal adalah prasyarat.

  • Pilih mitra Anda dengan hati-hati. Sebagian besar nilai ekosistem didapatkan (atau hilang) pada lapisan integrasi.

  • Definisikan ulang kesuksesan: dari Laba Rugi (P&L) produk menjadi jangkauan distribusi, volume transaksi yang tertanam (embedded), dan frekuensi penggunaan di berbagai perjalanan eksternal.

Jadi, pertanyaan sebenarnya bagi bank di tahun 2026 bukanlah apakah ekosistem itu masuk akal.

Melainkan:

Apakah bank bersedia mengerahkan upaya untuk menjadi bagian dari permainan ini — dan apakah mereka benar-benar memahami konsekuensi jika tetap berada di luar?

Unggahan oleh Panag

Harap dicatat bahwa versi bahasa Indonesia didukung oleh AI dan karena itu mungkin terjadi kesalahan kecil.

Penulis

Ai Base Network (ABN), ABN ASIA didirikan oleh orang-orang dengan akar yang kuat di dunia akademis, dengan pengalaman kerja di Amerika Serikat, Belanda, Hungaria, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam. ABN Asia adalah tempat di mana akademik dan teknologi bertemu dengan peluang. Dengan solusi terdepan kami dan layanan pengembangan perangkat lunak yang kompeten, kami membantu bisnis untuk meningkatkan level dan bersaing di panggung global. Komitmen kami: Lebih Cepat. Lebih Baik. Lebih handal. Dalam kebanyakan kasus: Lebih murah juga.

Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda membutuhkan layanan IT, konsultasi digital, solusi perangkat lunak siap pakai, atau jika Anda ingin mengirimkan permintaan proposal (RFP). Anda dapat menghubungi kami di [email protected]. Kami siap membantu Anda dengan semua kebutuhan teknologi Anda.

ABNAsia.org

© ABN ASIA