- Diterbitkan pada
Masa Depan Perbankan di Era Kecerdasan Buatan
- Penulis

- Nama
- AbnAsia.org
- @steven_n_t
Ramalan Global IBM 2025 untuk Perbankan dan Pasar Keuangan mengungkapkan sebuah era transformasional bagi industri keuangan.

Temuan kunci termasuk:
🚀 AI adalah perubahan permainan. Hanya 8% bank secara sistematis mengembangkan AI generatif pada 2024, tetapi ini diharapkan meningkat pesat pada 2025 karena bank beralih dari pilot ke adopsi perusahaan secara luas.
🚀 Adopsi AI generatif sangat kritis. 78% bank pada 2024 memiliki pendekatan taktis terhadap AI, tetapi mereka yang menskalakan AI secara strategis akan mendominasi pasar.
🚀 Neobank sedang mengubah persaingan. Lebih dari 16% klien global sekarang nyaman dengan bank digital penuh, tanpa cabang, sebagai hubungan perbankan utama mereka.
🚀 Profitabilitas sedang memisahkan diri. 10 bank terbesar AS menghasilkan lebih dari 50% keuntungan industri pada 2024, bagian terbesar sejak 2015.
🚀 Rasio Biaya-Pendapatan (CIR) tetap menjadi tantangan. CIR untuk bank besar AS rata-rata 61,6% pada 2024, dibandingkan dengan 53,6% di UE dan 30,9% di Tiongkok.
🚀 Manajemen risiko yang didorong AI sangat penting. 60% CEO perbankan bersedia mengambil risiko besar untuk memanfaatkan keuntungan otomatisasi, tetapi kesuksesan memerlukan budaya di mana setiap banker menjadi manajer risiko AI.
🚀 Pembayaran digital sedang berkembang. Sistem UPI India sekarang mewakili 46% dari semua transaksi digital global, dengan lebih dari 400 juta pengguna.
🚀 Keuangan tertanam adalah masa depan. Bank menggunakan AI untuk mengintegrasikan layanan keuangan ke dalam platform sehari-hari, menciptakan "bank di mana-mana, setiap hari".
🚀 Migrasi awan diremehkan. 65% banker menyebutkan perjalanan awan yang belum selesai sebagai hambatan untuk bersaing di pasar UKM, menyoroti kebutuhan akan arsitektur modular dan fleksibel.
🚀 UKM menuntut lebih. 86% UKM global ingin bank menyediakan alat perencanaan keuangan dan bisnis, bukan hanya pembiayaan.
🚀 AI sedang mengubah wawasan pelanggan. 86% CMO berencana menggunakan AI generatif untuk wawasan pelanggan pada akhir 2025, naik dari 36% pada 2023.
🚀 Pencegahan penipuan sedang berkembang. Pada 2024, 46% pelanggaran data di layanan keuangan melibatkan data pelanggan, namun hanya 28% bank secara luas menggunakan AI untuk keamanan.
🚀 Dompet digital sedang mengambil alih. Di Brasil, Pix melampaui kartu kredit dan debit pada 2024, menjadi metode pembayaran paling populer untuk pembelian online dan toko.
🚀 Perbedaan regional sedang tumbuh. Sementara bank Eropa melihat ROAE rebound karena suku bunga yang meningkat, bank Tiongkok bergelut dengan tingkat ROAE terendah dalam lebih dari satu dekade.
🚀 Strategi AI-pertama tidak dapat dinegosiasikan. Bank yang gagal mengadopsi AI sebagai dasar model bisnis mereka berisiko ketinggalan di pasar yang berkembang pesat.
🔴 Pesannya jelas: Memimpin dengan AI atau ketinggalan. Apa pendapat Anda tentang masa depan perbankan? Bagikan pikiran Anda di bawah!
Harap dicatat bahwa versi bahasa Indonesia didukung oleh AI dan karena itu mungkin terjadi kesalahan kecil.
Penulis
Ai Base Network (ABN), ABN ASIA didirikan oleh orang-orang dengan akar yang kuat di dunia akademis, dengan pengalaman kerja di Amerika Serikat, Belanda, Hungaria, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam. ABN Asia adalah tempat di mana akademik dan teknologi bertemu dengan peluang. Dengan solusi terdepan kami dan layanan pengembangan perangkat lunak yang kompeten, kami membantu bisnis untuk meningkatkan level dan bersaing di panggung global. Komitmen kami: Lebih Cepat. Lebih Baik. Lebih handal. Dalam kebanyakan kasus: Lebih murah juga.
Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda membutuhkan layanan IT, konsultasi digital, solusi perangkat lunak siap pakai, atau jika Anda ingin mengirimkan permintaan proposal (RFP). Anda dapat menghubungi kami di [email protected]. Kami siap membantu Anda dengan semua kebutuhan teknologi Anda.

© ABN ASIA
