Diterbitkan pada

Sumber Terbuka Sedang Naik Daun di Vietnam — Dan Kami Telah Hadir di Sini Selama Lebih dari 20 Tahun.

Penulis

Vietnam sedang memasuki fase baru dalam perjalanan transformasi digitalnya. Seiring dengan strategi nasional yang ambisius untuk kecerdasan buatan, semikonduktor, komputasi awan, dan pemerintahan digital, terdapat penekanan yang semakin besar pada kepatuhan hak cipta perangkat lunak dan penggunaan perangkat lunak berlisensi secara bertanggung jawab. Perusahaan-perusahaan semakin menyadari bahwa mengandalkan perangkat lunak tidak berlisensi bukan lagi pilihan yang berkelanjutan, sementara instansi pemerintah terus memperkuat perlindungan kekayaan intelektual dan mendorong adopsi perangkat lunak legal.

Pergeseran ini menghadirkan peluang besar bagi perangkat lunak sumber terbuka (open source).

Di seluruh Vietnam, organisasi seperti Vietnam Free and Open Source Software Association (VFOSSA), universitas, komunitas teknologi, dan penyedia solusi perusahaan secara aktif mempromosikan Linux, platform sumber terbuka, dan standar terbuka. Konferensi, lokakarya, dan program pelatihan membantu bisnis memahami bahwa sumber terbuka bukan sekadar cara untuk mengurangi biaya lisensi—ini adalah fondasi strategis untuk inovasi, kedaulatan digital, transparansi, dan keberlanjutan jangka panjang.

Di ABN Asia, kami menyambut baik gerakan ini.

Perjalanan yang Dimulai dengan Linux 2.4

Bagi kami, sumber terbuka bukanlah arah yang baru.

Ini adalah sejarah kami.

Ini telah menjadi perjalanan panjang sejak masa di mana kami mengunduh kode sumber Linux melalui koneksi internet yang lambat, memilih opsi kernel dengan cermat, dan menunggu dengan sabar hingga kernel Linux 2.4 berhasil dikompilasi. Setiap keberhasilan kompilasi mewakili pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana komputer benar-benar bekerja.

Bahkan saat ini, terlepas dari infrastruktur cloud-native, kontainer, Kubernetes, sistem terdistribusi, dan kecerdasan buatan, kami masih menikmati proses mengompilasi kernel Linux dari kode sumbernya.

Bukan karena kami harus melakukannya.

Tetapi karena memahami sistem dari fondasinya tidak pernah ketinggalan zaman.

Semangat yang Tidak Pernah Berubah

Lanskap teknologi telah berkembang secara dramatis.

Jika dulu kami menghabiskan malam dengan membaca milis kernel Linux dan mempelajari kode sumber, hari ini kami mendapati diri kami mengikuti riset AI, membandingkan model fondasi, membaca makalah teknis, menonton debat tentang arsitektur model, dan menganalisis bagaimana model penalaran berpikir dan memecahkan masalah.

Rasa ingin tahunya tetap sama.

Alatnya saja yang berubah.

Sumber terbuka mengajarkan generasi insinyur bahwa memahami teknologi jauh lebih berharga daripada sekadar menggunakannya. Kecerdasan buatan mengajarkan kita pelajaran yang persis sama hari ini.

Sumber Terbuka Adalah Tentang Kemandirian

Banyak bisnis pertama kali melirik sumber terbuka karena biaya lisensi.

Hal itu bisa dimaklumi.

Namun, nilai sejatinya jauh melampaui itu.

Sumber terbuka memungkinkan organisasi untuk:

  • Mempertahankan kontrol penuh atas tumpukan teknologi (technology stack) mereka.
  • Menghindari ketergantungan vendor (vendor lock-in) yang tidak perlu.
  • Meningkatkan transparansi dan auditabilitas.
  • Membangun sistem yang aman dan dapat diverifikasi.
  • Menyesuaikan perangkat lunak dengan kebutuhan bisnis lokal.
  • Berinovasi lebih cepat melalui pengembangan yang didorong oleh komunitas.

Karena perangkat lunak menjadi semakin sentral bagi setiap organisasi, keuntungan-keuntungan ini menjadi strategis, bukan sekadar teknis.

Teknologi Saja Tidak Pernah Cukup

Satu pelajaran yang kami pelajari selama dua dekade adalah bahwa transformasi digital yang sukses tidak ditentukan oleh teknologi semata.

Sistem yang paling elegan sekalipun akan gagal jika orang-orang tidak bisa—atau tidak mau—menggunakannya.

Adopsi yang sukses membutuhkan keseimbangan antara beberapa prioritas:

  • Kontrol
  • Keamanan
  • Kepatuhan
  • Performa
  • Kesederhanaan
  • Pengalaman pengguna

Tantangannya bukanlah memilih antara perangkat lunak perusahaan (enterprise) dan sumber terbuka.

Tantangannya adalah menghadirkan solusi kelas perusahaan yang benar-benar dinikmati oleh penggunanya.

Menatap Masa Depan

Komitmen Vietnam yang semakin kuat terhadap kepatuhan hak cipta perangkat lunak, transformasi digital, dan kapabilitas teknologi dalam negeri menciptakan lingkungan yang ideal untuk adopsi sumber terbuka. Dikombinasikan dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, ini merupakan salah satu periode paling menarik dalam ekosistem teknologi di negara ini. ([Vietnam News][1])

Di ABN Asia, kami tetap berkomitmen untuk membangun solusi yang praktis, aman, dan terukur pada teknologi terbuka—bukan karena sedang tren, tetapi karena teknologi tersebut telah terbukti nilainya secara konsisten selama puluhan tahun.

Kami telah menggunakan perangkat lunak sumber terbuka selama lebih dari 20 tahun. Kami adalah ahli yang menjembatani celah antara kontrol total, keselamatan dan keamanan, serta adopsi pengguna.

Harap dicatat bahwa versi bahasa Indonesia didukung oleh AI dan karena itu mungkin terjadi kesalahan kecil.

Penulis

Ai Base Network (ABN), ABN ASIA didirikan oleh orang-orang dengan akar yang kuat di dunia akademis, dengan pengalaman kerja di Amerika Serikat, Belanda, Hungaria, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam. ABN Asia adalah tempat di mana akademik dan teknologi bertemu dengan peluang. Dengan solusi terdepan kami dan layanan pengembangan perangkat lunak yang kompeten, kami membantu bisnis untuk meningkatkan level dan bersaing di panggung global. Komitmen kami: Lebih Cepat. Lebih Baik. Lebih handal. Dalam kebanyakan kasus: Lebih murah juga.

Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda membutuhkan layanan IT, konsultasi digital, solusi perangkat lunak siap pakai, atau jika Anda ingin mengirimkan permintaan proposal (RFP). Anda dapat menghubungi kami di [email protected]. Kami siap membantu Anda dengan semua kebutuhan teknologi Anda.

ABNAsia.org

© ABN ASIA